|
SMA Adakan English Conversation Program bersama Jamie R. Morgan |
|
|
|
|
Ditulis oleh Pak Iput
|
|
Sabtu, 12 Juni 2010 11:08 |
|
Sejak Rabu, 2 Juni 2010 Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta kedatangan seorang tamu dari Amerika, namanya Jamie R. Morgan. Dia datang ke Solo untuk mempelajari agama Islam dan budaya selama 3 bulan. Selama waktu itu, Jamie tidak hanya belajar tapi juga mengajarkan percakapan bahasa Inggris kepada guru dan siswa SMA Al-Muayyad. Di bawah bimbingan H. Agus Himawan, S.Ag, Jamie diajari cara membaca Al-Quran. Selain Al-Quran, Jamie juga belajar Hadits dengan bimbingan H. Drs. M. Adib Zain, dan Sejarah Islam bersama H. Drs. M. Aminudin. Dalam pengajaran percakapan bahasa Inggris, Jamie menggunakan metode yang cukup atraktif dan menyenangkan. Ada 10 guru yang mengikuti program ini, dan mereka merasa senang dengan metode yang digunakan. Tidak ada perasaan minder dalam menggunakan bahasa Inggris, meskipun kadang sulit juga untuk melaflakan huruf dan kata bahasa Inggris. |
|
|
Ditulis oleh Syarifudin Jaelani
|
|
Senin, 10 Mei 2010 12:33 |
 |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Pelajaran Berharga dari Steve dan Bret |
|
|
|
|
Ditulis oleh Syarifudin Jaelani
|
|
Senin, 19 April 2010 10:11 |
Ahad, 18 April 2010 Jam 10.30 WIB SMA Al-Muayyad kedatangan dua orang mahasiswa Program Doktoral (S3) UGM. Mereka adalah Steve Porter, seorang guru agama dari Duke bagian Timur Amerika dan Bret Lewis, seorang guru agama di Arizona bagian Barat Amerika..Dengan ditemani pemandu dari UGM, Inggrid dan Najiya, kedua mahasiswa ini belajar banyak tentang agama dan budaya di Indonesia, khususnya Agama Islam. Tantangan Dalam bincang-bincangnya dengan Drs. Suranto selaku Kepala SMA, mereka menyakan banyak hal tentang perjalanan SMA dan berdirinya pondok pesantren Al-Muayad serta aktvitas pembelajaran santri selama mondok. Mereka merasa kagum dengan prestasi siswa-siswi SMA yang dapat diterima di perguruan tinggi favorit. Dua mahasiswa ini juga merasa terkesan dengan padatnya jadwal kegiatan dan pembelajaran santri yang cukup padat dari pagi hingga malam, yang tidak mereka temukan di Amerika. Meskipun sarat dengan prestasi dan membanggakan, tetapi ada tantangan yang harus dipikirkan bersama, yaitu manakala para siswa dituntut untuk belajar mengaji di pondok dan belajar di sekolah, mereka dihadapkan pada lingkungan yang "menggoda" seperti warnet dan internet. Oleh karena itu, sekolah dan semua pihak terkait harus benar-benar mencari terobosan agar pendidikan di pondok tetap dapat dipertahankan, di samping membekali siswa dengan teknologi yang berguna dan informasi yang up-to-date. Demikian simpulan dari bincang-bincang antara sekolah dan kedua tamu mahasiswa dari Amerika tersebut. Islam dan Budaya Dalam kunjungananya ke SMA, Steve dan Bret diajak untuk berdialog lagsung dengan para siswa. Dalam dialog dengan siswa, banyak sekali pertanyaan siswa yang cukup berbobot meskipun disampaikan dalam bahasa Indonesa. Salah satu pertanyaan yang cukup menarik adalah mengapa Anda tertarik belajar Islam di Indonesia. Menurut Steve, belajar Islam di Indonesia itu hadiah bagi saya, karena saya dapat belajar Islam di negeri denan jumlah penduduk muslim terbesar. Bret menambahkan, Islam di Indonesia sangat berbeda dengan Islam di Negara lain. Seperti halnnya Negara Indonesia yang memiliki berbagai budaya dan suku, Islam di Indonesia juga memiliki beberapa budaya, pemahaman, aliran dan pengikut. "Belajar Islam bila hanya dilakukan di Amerika saja saya kira tidak cukup karena penduduk di sana tidak banyak, tetapi belajar Islam di Indonesia sangat mengagumkan, banyak sekali muslim yang taat, ramah dan saling menghormati," kata Steve. Cantik dan Ganteng  Tidak semua dialog dengan kedua mahasiswa berlangsung serius, ada beberapa hal ringan dan menarik untuk diketahui. Di antaranya, mereka merasa senang tinggal di Indonesia khususnya di Yogyakarta karena mereka dapat menikmati buah-buahan segar setiap hari, bahkan Bret sangat gemar mengonsumsi buah-buahan seperti duku dan rambutan setiap harinya. Sementara Steve mengaku sangat "gumun" dengan jalan-jalan di Indoneisa. Banyak sekali orang lalu-lalang di jalan yang ramai. Ada motor, becak, pejalan kaki, mobil tetapi tidak ada satu pun yang terluka atau tertabrak. Dan satu lagi, mereka sangat terkesan dengan siswa-siswi SMA yang cantik dan ganteng sehingga mereka tidak lupa untuk mengabadikan gambar (mengambil foto) untuk dibawa pulang ke Amerika. Artinya, sekolah kita dan murid-murid kita akan dibawa terbang dan tersimpan dalam hati hingga ke Amerika. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Ditulis oleh Mukhlis Suranto
|
|
Kamis, 18 Maret 2010 14:30 |
 |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Launching Lab Multimedia SMA Al-Muayyad |
|
|
|
|
Ditulis oleh Pak Iput
|
|
Senin, 18 Januari 2010 09:20 |
|
Ahad, 17 Januari 2010, SMA Al-Muayyad hadir dengan wajah baru, dengan ruang tambahan lab Multimedia yang lengkap dengan peralatannya kursi kuliah, komputer, lcd, layar lcd, sound system, Dvd player, full ac, memungkinkan kegiatan PBM tambah mengasikkan, selain berguna untuk tempat kegiatan belajar mengajar, lab multimedia ini berfungsi sebagai ruang pertemuan rapat guru, tempat presentasi yang dilakukan oleh instansi dari luar.
Tak ingin ketinggalan dengan perguruan tinggi yang lain, para alumni P.P Al-Muayyad (KAMAL) Cabang Yogyakarta yang dikemendani oleh Safawi Ahmad Kadafi, mempresentasikan kampusnya masing-masing untuk lebih kenal lebih jauh dunia kampus di tempatnya belajar, ada yang dari UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, UII dan lain-lain, agar supaya berminat setelah lulus dari SMA nanti melanjutkan bangku kuliah ke perguruan Tinggi di Yogyakarta. "Selamat dan sukses atas di launching lab multimedia SMA Al-Muayyad tercinta semoga dengan fasilitas yang lengkap ini dapat menambah maju proses kegiatan proses belajar mengajar, dan tentunya SMA Al-Muayyad ke depan tambah maju dan nantinya siswa yang masuk ke SMA Al-Muayyad akan bertambah". |
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |